Minggu, 21 Desember 2014

MEWASPADAI KEGIATAN NATALAN



“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam”. (Al Imran:102)
Di salam ayat ini Allah Ta’ala memerintahkan kepada semua orang yang beriman untuk bertakwa kepada Allah Ta’ala semaksimal mungkin atau melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya semaksimal mungkin. Di antara perkara yang perlu kita waspadai dan perlunya hati-hati terhadapnya adalah perkara yang ada kaitannya dengan syirik. Mengingat banyak tradisi kita yang dipengaruhi syirik. Karena di antara makna takwa adalah berhati-hati terhadap perbuatan syirik, ini seperti apa yang dikatakan Ibnu abbas tentang makna orang yang bertakwa adalah :
“Yaitu orang-orang yang selalu berhati-hati dari perbuatan syirik kepada Allah dan selalu melaksanakan perintahnya sebagai tanda taat kepada-Nya.”
Di akhir ayat ini Allah Ta’ala mengingatkan agar jangan seklai-kali mati kecuali dalam keadaan islam, artinya kita tidak mungkin bisa mati dalam keadaan islam kecuali kita memahami betul tentang makna islam. Menurut Syaik Tamimi, islam adalah:
“Islam adalah beristislam kepada Allah dengan mentauhidkannya, tunduk kepadanya dengan penuh ketaatan dan berlepas dari (baro’) kesyirikan dan orang-orang musyrik.”
Di antara perkara yang termasuk tradisinya orang musyrik adalah memperingati hari kelahiran atau natalan. Padahal natalan bukan Sunnah Rasulullah dan para sahabat tidak pernah mencontohkan apalagi memerintahkan, tetapi anehnya banyak kaum muslimin yang melaksanakan, seperti peringatan kelahiran Rosulullah pada bulan Rabi’ul awwal atau peringatan hari kelahiran putra-putri kita. Padahal Allah Ta’ala dan Rasulullah telah mengingatkan kita:
“Dan janganlah kamu mnegikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra:36)
Dari ibunda kaum mu’minin , Ummu Abdillah ‘Aisyah, dia berkata: “Rasulullah pernah bersabda: “Barang siapa mengada-adakan sesuatu (amalan) dalam urusan (agama) kami yang bukan dari kami, maka (amalan) itu tertolak.” (HR. Bukhari Muslim)
Dan dalam riwayat Muslim: “Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka itu tertolak.”
Natalan merupakan kebiasaan para penyembah berhala yang dianut oleh masyarakat Babilonia kuno di bawah raja Nimrod (cucunya Ham, anak Nabi Nuh). Nimrod inilah orang pertama yang mendirikan menara Babel, membangun kota Babilonia, serta kerajaan di dunia dengan sistem kehidupan ekonomi dan dasar pemerintahan. Nimrid ini adalah seorang pembangkang dan penentang Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, yakni Nabi Ibrahim Alaihissalam. Jumlah kejahatannya amat banyak, di anataranya dia mengawini ibu kandungnya, Semiramis. Setelah Nimrod meninggal dunia, ibunya yang merangkap istrinya menyebarkan ajaran sesat dengan menyatakan dan meyakini bahwa roh Nimrod tetap hidup selamanya walaupun jasadnya telah mati. Lalu peristiwa itu ditafsirkan oleh Semiramis sebagai bukti kehidupan baru bagi Nimrod. Maka untuk mengenang hari kelahiran Nimrod tanggal 25 Desember, Semiramis menggantungkan bingkisan pada ranting pohon itu sebagai hari kelahiran Nimrod. Inilah asal usul Pohon Natal.
Melalui pemujaan terhadap Nimrod, akhirnya Nimrod dianggap sebagai “anak suci dari surga atau anak Dewa Matahari”. Kepercayaan orang Babilonia yang menyembah kepada “Ibu dan Anak” (Semiramis dan Nimrod yang lahir kembali), menyebar luas dari babilonia ke berbagai bangsa di dunia dengan cara dan bentuk yang berbeda, sesuai bahasanya.
Di Mesir dewa-dewi tersebut bernama Isis dan Osiris yang setiap tahun mereka merayakan kelahiran anak Dewi Isis (Dewi Langit) yang dipercaya lahir tanggal 25 Desember dan mereka rayakan jauh sebelum Nabi Isa Alaihissalam dilahirkan. Di Asia bernama Cybele dan Deoius. Di Roma bernama Fortuna dan Yupiter. Serta di negara lain seperti China, Jepang, Tibet bisa ditemukan adat pemujaan terhadap Dewi Madonna, Jauh sebelum Nabi Isa Alaihissalam dilahirkan.
Para murid Yesus dan orang Kristen yang hidup pada abad ke I tidak pernah merayakan Natal sebagai hari kelahiran Yesus tanggal 25 Desember. Dalam Alkitab/Bible tidak ditemukan satu ayat Tuhan/Allah maupun Yesus yang memerintahkan untuk merayakan Natal. Sebab, perayaan tanggal 25 Desember adalah perayaan agama paganis (penyembah berhala) yang dilestarikan oleh umat kristiani.
Menurut penjelasan di dalam Catholic Encyclopedia edisi 1911 yang berjudul  “Christmas” ditemukan kata-kata yang berbunyi sebagai berikut:
“Natal bukanlah upacara gereja yang pertama, melainkan ia diyakini berasal dari Mesir. Perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Desember ini, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus.”
Masih dalam Encyclopedia itu juga dengan judul “Natal Day” bapak katolik pertama mengakui bahwa:
“Di dalam kitab suci, tidak seorang pun yang mengadakan upacara atau meneyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanya orang kafir saja (seperti Fir’aun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya di dunia ini.”
Natal menurut Encyclopedia Americana Tahun 1944:
“Menurut para ahli,  pada abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya, umat kristen hanya merayakan hari kematian orang terkemuka saja dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut.” Perjamuan Ci, yang termaktub dalam kitab Perjanjian Baru, hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus.  Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus mulai diresmikan pada abad ke-4 Masehi. Pada abad ke-5, Gereja barat memerintahkan kepada umat kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari kelahiran “Dewa Matahari”. Sebab, tidak seorangpun mengetahui hari kelahiran Yesus.
Pada dasarnya pohon terang atau pohon Natal, sama sekali tidak untuk merayakannya. Itu semua diadopsi dari ajaran agama pagan (kafir kuno). Pohon itu biasanya dipakai pada perayaan musim panas sebagai persembahan suci kepada dewa matahari.
Menurut Frederick J. Hanskins dalam bukunya Answer to Question disebutkan:
“Hiasan yang dipakai pada upacara Natal adalah warisan dari adat agama penyembah berhala (paganisme) yang menghiasi rumah dan tempat peribadatan mereka yang waktunya bertepatan dengan malam Natal sekarang. Sedangkan, pohon Natal berasal dari kebiasaan Mesir Kuno yang masanya lama sekali sebelum lahirnya agama kristen.
Tetapi sungguh mengherankan sekali dan sekaligus memprihatinkan, ternyata sebagian besar umat kristiani tidak mengerti dan tidak menyadari tentang sejarah perayaan Natal, padahal dalam Bible/Alkitab sudah ada pernyataan tentang pohon Natal:
“Beginilah firman Tuhan: “Janganlah biasakan dirimu dengan dengan tingkah langkah bangsa-bangsa. Janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak. Orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang. Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara, orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat dan berbuat baik pun tidak dapat . Tidak ada yang sama seperti engkau, Ya Tuhan! Engkau besar dan namamu besar oleh keperkasaannya.” Yeremia 10: 2-6
Apakah natal memuliakan Yesus?
“Maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang Tuhan mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada Illah mereka? Aku pun mau berlaku begitu. Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap Tuhan, Allahmu. Sebab segala yang menjadi kekejian bagi Tuhan, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi Illah mereka. Bahkan anak-anaknya laki-laki dan perempuan dibakar mereka dengan api bagi Illah mereka. Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia. Janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya.” (Ulangan 12: 30-32)
“Bangsa ini memuliakan aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.” (Markus 7:7-8)
Ayat-ayat Alkitab tersebutjelas sekali mengatakan bahwa pohon terang adalah upacara penyembahan berhala yang tidak bisa berbicara, tidak bisa berbuat jahat dan tidak bisa juga berbuat baik. Tetapi kenapa masih saja disembah oleh sebagian besar umat Kristiani? Jawabnya karena mereka tidak mengerti kandungan kitab sucinya dan hanya ikut-ikutan apa yang dikatakan pemimpin agama mereka. Tidak mereka sadari bahwa justru mereka bukan pengikut Yesus yang setia. Maka kita umat islam, haram hukumnya mengadakan natalan atau mendatangi undangan natalan, karena ia tradisinya orang musyrik. Rasul pun telah bersabda:
Tsabit bin Adh Dhahhak ia berkata: seorang laki-laki bernadzar pada zaman Rasulullah untuk menyembelih unta di Buwanah. Kemudian, ia datang kepada Nabi Muhammad dan berkata: sesungguhnya saya telah bernadzar untuk  menyembelih unta di Buwanah. Kemudian, Nabi Muhammad bersabda: “Apakah padanya terdapat berhala di antara berhala Jahiliyah yang disembah?” Mereka berkata: “Tidak”. Beliau berkata: “Apakah padanya terdapat hari besar di antara hari-hari besar mereka?” mereka berkata: “Tidak”. Rasulullah bersabda: “Penuhi Nadzarmu, sesungguhnya tidak boleh memenuhi nadzar dalam bermaksiat kepada Allah, dalam perkara tidak dimiliki anak Adam.” (Abu Daud-2881)

Jumat, 24 Oktober 2014

MEMBUAT KERAJINAN “VAS BUNGA”


 
 

Description: L:\Logo_Unnes.png
 
 
 
 
 

LAPORAN KEGIATAN
MEMBUAT KERAJINAN “VAS BUNGA”
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan Ketrampilan dan Kerajinan Tangan
Dosen Pengampu: Dra. Yuyarti M.Pd
Rombel: 06
 
Oleh:
Setiyaningrum                  (1401413532/50)
 
 
 
 
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014


KATA PENGANTAR
 
               Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT atas berkat rahmat dan ridhonya penulis dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Konsep Dasar Pendidikan Keterampilan yaitu pembuatan Batik Jumput dengan baik dan lancar tanpa ada halangan yang berarti.
               Dan untuk itu penulis membuat laporan ini diperuntukkan bagi teman-teman serta saudara-saudara yang mencari inspirasi baru untuk kegiatan pada mata kuliah kerajinan tangan di kampus. Untuk itu adanya laporan ini diharapkan teman-teman dapat membuat kerajinan tangan dengan baik tapi jangan lupa cari terus inspirasi lain untuk sebuah inspirasi yang terbaik bagi anda. Dan sebelumnya penulis meminta maaf jikalau ada kesalahan serta kata-kata yang salah pada laporan ini. Dan mudah-mudahan dengan adanya laporan ini teman-teman juga dapat mempelajari serta mempraktekkannya.
 
 
 
 
                                                                                    Penulis,
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR ISI
 
Halaman Judul......................................................................................................
Kata Pengantar....................................................................................................ii
Daftar Isi............................................................................................................iii
BAB I  Pendahuuan
1.      Latar Belakang.................................................................................1
2.      Rumusan Masalah............................................................................1
3.      Tujuan .............................................................................................1
BAB II  Pembahasan
1.      Tema.................................................................................................2
BAB III  Proses Pembuatan Produk
1.      Alat dan Bahan.................................................................................3
2.      Langkah Pembuatan.........................................................................4
BAB IV  Penutup
1.         Simpulan.........................................................................................7
2.         Saran...............................................................................................7
3.         Penilaian.........................................................................................7


BAB I       

PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang

Batik Jumputan merupakan batik yang dikerjakan dengan cara ikat celup, di ikat dengan tali di celup dangan warna. Batik ini tidak menggunakan malam tetapi kainnya diikat atau dijahit dan dikerut dengan menggunakan tali.  Tali berfungsi sama halnya dengan malam yakni untuk menutup bagian yang tidak terkena warna.

Menurut sejarah, teknik celup ikat berasal dari tiongkok, teknik ini kemudian berkembang sampai keindia dan wilayah-wilayah nusantara. Teknik celup ikat diperkenalkan ke nusantara oleh orang-orang india melalui misi perdagangan teknik ini mendapat perhatian besar terutama karena keindahan ragam hiasnya dalam rangkayan warna warni yang menaawan. Penggunaan teknik celup ikat ini antara lain di sumatra, khususnya palembang, di kalimantan selatan, jawa dan bali.

 

2.      Rumusan Masalah

·         Apa sajakah alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan batik jumput?

·         Bagaimanakah urutan cara/langkah pembuatan batik jumput dengan baik benar?

 

3.      Tujuan

·         Menyebutkan alat-alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan batik jumput.

·         Menjelaskan urutan cara pembuatan batik jumput dengan baik dan benar.

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

1.       Standard Kompetensi

·         siswa dapat membuat batik dengan teknik jumputan

2.       Kompetensi dasar

·         Membuat batik dengan menggunakan teknik ikat celup atau batik jumputan.

3.        Indikator

·         Membuat batik dengan teknik jumputan

4.       Tujuan Pembelajaran

·         Setelah mengamati video cara pembuatan batik dengan teknik jumputan, siswa dapat mengidentifikasi cara dan alat yang digunakan untuk membuat batik jumput

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

CARA PEMBUATAN

 

batik jumput”

 

Batik ini tidak menggunakan malam tetapi kainnya diikat atau dijahit dan dikerut dengan menggunakan tali.  Tali berfungsi sama halnya dengan malam yakni untuk menutup bagian yang tidak terkena warna.

·                     ALAT DAN BAHAN

1.      Kain Polos

2.      Pewarna

3.      Tali Rafia

4.      Ember atau waskom

5.      Sarung Tangan

6.      Panci

7.      Penggaris

8.      Pensil

9.      Kompor

10.  Sendok / Pengaduk

 

·                     LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN

1.     Siapkan alat dan bahan

·          

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

No.
Kriteria
Baik sekali 4
Baik 3
Cukup 2
Perlu bimbingan1
1.
Motif
Siswa dapat  membuat batik jumput  dengan motif  yang  bagus, menarik dan jelas.
Siswa dapat
membuat batik jumput  dengan motif  yang  bagus, menarik dan kurang jelas.
Siswa dapat membuat batik jumput  dengan motif  yang  kurang bagus, menarik dan jelas.
Siswa belum
dapat membuat motif yang menarik dan tidak jelas.
2.
Warna
Warna baik, merata , dan jelas.
Warna baik, merata , dan kurang jelas.
Warna kurang baik, merata , dan jelas.
Warna tidak merata dan tidak jelas.
3.
Kerapian
Bentuk warna dan motif rapi dan membenuk pola.
Bentuk warna dan motif rapi dan kurang membentuk pola.
Bentuk warna dan motif  kurang rapi dan membentuk pola.
Bentuk warna dan motif  tidak rapi dan tidak membentuk pola.