JURNAL PEMBELAJARAN
MODUL 1
PRINSIP PENGAJARAN DAN ASESMEN (UMUM)
Merancang
Pembelajaran Berbasis Pendekatan TaRL
(Teaching
at the Right Level)
Nama
: Muin Arifah, S.Pd.
No
UKG : 202000873108
NIM
: 24021145988G
LPTK
: Universitas PGRI Madiun
Unit
Kerja : SDN Jetiskarangpung 1
PPG
GURU TERTENTU
TAHAP
1
TAHUN
2025
A. Pendahuluan
Setiap peserta didik memiliki karakteristik dan
kemampuan awal yang berbeda-beda. Kegiatan
pembelajaran yang dirancang guru harus mampu memfasilitasi semua
peserta didik. Untuk mengungkap kemampuan awal peserta
didik, maka perlu dilakukan asesmen diagnostik. Hasil asesmen ini dapat
membantu guru untuk memetakan kemampuan awal dan merancang aktivitas berbeda
yang sesuai dengan tingkat capaian peserta didik. Tujuannya agar setiap kemampuan peserta didik
terfasilitasi dengan baik. Salah satu pendekatan yang dapat membantu guru dalam
menyusun rancangan pembelajaran yang mengacu pada tingkat capaian peserta
didiknya adalah pendekatan Teaching at the Right
Level atau TaRL..
B. Pengertian
TaRL
Teaching
at The Right Level (TaRL) adalah pendekatan pembelajaran yang
berfokus pada tingkat kemampuan peserta didik. Guru mungkin pernah menemukan
peserta didik yang belum mampu mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.
Sebagai contoh, siswa kelas 3 SD yang belum memiliki kemampuan membaca huruf
alfabet. Sekilas, peserta didik tersebut terlihat tertinggal. Namun, bila
ditelusuri lebih dalam, kesulitan tersebut mungkin disebabkan oleh pengalaman
belajar sebelumnya yang tidak sesuai dengan kemampuan awalnya. Akibatnya,
peserta didik tersebut terus mengalami kesulitan belajar.
C. Tujuan
Pembelajaran Berbasis Pendekatan TaRL
1.
Membantu siswa mencapai potensi
maksimalnya.
2.
Meningkatkan motivasi belajar dan kognitif
siswa.
3.
Menciptakan lingkungan belajar yang
inklusif.
D. Alur
Rancangan Pembelajaran Berbasis Pendekatan TaRL
Alur perancangan dan
pelaksanaan pembelajaran berbasis pendekatan TaRL dapat dilaksanakan
melalui beberapa tahapan berikut ini:
1.
Guru merancang tujuan pembelajaran,
asesmen, dan kegiatan pembelajaran;
2.
Guru melaksanakan asesmen awal
pembelajaran;
3.
Guru memperbaiki rancangan pembelajaran
dengan mempertimbangkan hasil asesmen awal dan diferensiasi pembelajaran;
4.
Guru mengimplementasikan rancangan
pembelajaran;
5. Guru
melaksanakan asesmen sumatif untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.
Hasil asesmen sumatif dapat digunakan untuk penyusunan asesmen awal
pembelajaran selanjutnya.
E. Langkah-langkah
Konkret Rancangan Pembelajaran Berbasis Pendekatan TaRL
1. Pemahaman
Mendalam tentang Siswa
a. Asesmen
Awal : melakukan asesmen awal untuk mengetahui tingkat pemahaman, gaya belajar,
dan minat masing siswa melalui tes tertulis, tugas, atau wawancara.
b. Observasi
: mengamati siswa selama proses pembelajaran untuk melihat kekuatan, kelemahan,
dan gaya belajar mereka.
c. Wawancara
: bertanya jawab dengan siswa secara individual untuk memahami lebih dalam
tentang kesulitan dan harapan mereka dalam pembelajaran.
2. Analisis
Materi Pelajaran
a. Mengidentifikasi
Konsep Utama : menentukan konsep-konsep utama yang akan diajarkan.
b. Membedakan
Tingkat Kesulitan : membagi materi
menjadi beberapa tingkat kesulitan, mulai dari yang paling mudah hingga yang
paling menantang.
c. Memilih
Strategi Pembelajaran : menentukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan
masing-masing tingkat kesulitan.
3. Perancangan
Pembelajaran yang Berdiferensiasi
a. Konten
: menyesuaikan materi pembelajaran dengan tingkat pemahaman siswa. Misalnya,
untuk siswa yang sudah mahir, berikan soal-soal yang lebih kompleks.
b. Proses
: memvariasikan cara siswa belajar. Misalnya, siswa yang lebih visual bisa
membuat diagram, sedangkan siswa yang lebih kinestetik bisa melakukan
eksperimen.
c. Produk
: memberikan pilihan produk akhir yang berbeda-beda sesuai dengan minat dan
kemampuan siswa. Misalnya, siswa bisa membuat presentasi, poster, atau model.
4. Pembentukan
Kelompok Belajar yang Heterogen
a. Kelompok
Campuran : pembentukan kelompok belajar yang terdiri dari siswa dengan kemampuan
yang berbeda.
b. Rotasi
Peran : merotasi peran dalam kelompok untuk memberikan kesempatan bagi setiap
siswa untuk belajar dari teman sebayanya.
5. Penyediaan
Bahan Ajar yang Bervariasi
a.
Tingkat Kesulitan : Menyediakan bahan ajar
dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda, seperti buku teks, lembar kerja,
video, atau permainan edukatif.
b.
Media Pembelajaran : Menggunakan berbagai
media pembelajaran untuk mengakomodasi gaya belajar yang berbeda-beda.
6. Fleksibilitas
dalam Pembelajaran
a. Siap
Beradaptasi : mempersiapkan untuk mengubah rencana pembelajaran sesuai dengan
kebutuhan siswa.
b. Berikan
Pilihan : memberikan siswa pilihan dalam menyelesaikan tugas untuk meningkatkan
motivasi belajar.
7. Evaluasi
yang Berkelanjutan
a.
Asesmen Formatif : melakukan asesmen
berkala untuk memantau perkembangan belajar siswa.
b.
Umpan Balik: memberikan umpan balik yang
konstruktif kepada siswa untuk membantu mereka memperbaiki diri.
c.
Refleksi: melakukan refleksi setelah
setiap pembelajaran untuk melihat apa yang berjalan dengan baik dan apa yang
perlu diperbaiki.
F. Contoh
Penerapan Pembelajaran Berbasis Pendekatan TaRL Kelas 3
1.
Tema :
7. Perkembangan Teknologi Komunikasi
2.
Materi : Keliling Bangun Datar
3.
Tahap 1 : Asesmen Awal
a. Kegiatan:
menyiapkan gambar-gambar berbagai benda sehari-hari yang berbentuk bangun datar
yang disiapkan guru
b. Pertanyaan:
Guru bertanya kepada siswa sambil menunjuk gambar.
"Ada yang tahu,
jenis bangun datar ini?"
“Ada yang tahu apa saja
bagian- bagian dari bangun datar ini?”
c. Tujuan:
Mengetahui pemahaman awal siswa tentang bentuk-bentuk dasar dan kemampuan
mereka dalam mengasosiasikan benda dengan bentuk geometri.
4.
Tahap 2 : Pembelajaran
Berdiferensiasi
a.
Kelompok 1 (Pemula) :
menebalkan garis yang putus-putus di sekeliling bangun datar yang berbentuk
bangun persegi dan persegi panjang.
b.
Kelompok 2 (Menengah) :
menghitung keliling bangun datar dengan menghitung jumlah garis pada kotak yang
dilalui.
c.
Kelompok 3 (Mahir):
menghitung keliling bangun datar menggunakan rumus keliling bangun datar.
5.
Tahap
3: Evaluasi
a.
Kegiatan:
Saya meminta siswa menggambar bangun datar yang mereka sukai pada buku
kotak-kotak dan menghitung kelilingnya.
b. Tujuan:
Mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang keliling bangun datar dan
kemampuan dalam mengekspresikan ide.
6.
Tahap 4 : Pengayaan
Permainan:
bermain tebak-tebakan keliling bangun datar yang digambar guru. Kemudian, siswa
menebak bentuknya.
REFLEKSI
Setelah
mempelajari pembelajaran berbasis pendekatan TaRL, saya memahami pentingnya
bagi guru untuk mengakomodasi kebutuhan dan kemampuan siswa yang unik dan
beragam. Guru sebagai ujung tombak penentu dalam merancang kegiatan
pembelajaran, harus mampu menjadikan kemampuan siswa yang beragam ini menjadi
sesuatu kekuatan yang mampu meningkatkan siswa lebih percaya diri dan semangat
belajar.
Setelah
menerapkan pembelajaran berbasis pendekatan TaRL pada kelas 3 SD dengan cara
memberikan fokus pada kemampuan awal belajar siswa, ternyata memberikan hasil
yang memuaskan. Pembelajaran tentang keliling bangun datar menjadi lebih sadar
(mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful)
bagi siswa. Mereka akan lebih mudah memahami konsep keliling bangun datar dan
mengembangkan minat belajar matematika. Pembelajaran ini mengorientasikan
peserta didik agar dapat melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
tingkatan kemampuan yang dimiliki.
Pendekatan TaRL memungkinkan
terjadinya pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Berdiferensiasi di sini bukan
memperlakukan peserta didik secara berbeda, tetapi melakukan diferensiasi dalam
proses belajarnya. Karena meskipun pembelajaran dilakukan oleh guru yang sama,
ternyata kemampuan setiap peserta didik dalam menyerap dan mengaplikasikan
materi berbeda-beda. Melalui pendekatan ini, guru dapat mengajar siswa lebih
fleksibel karena rancangan pembelajaran dapat disesuaikan pada tahap pencapaian
tiap peserta didik.
SIMPULAN
Pembelajaran berbasis
pendekatan TaRL mendapatkan respon positif dari peserta didik. Pembelajaran
menjadi lebih menyenangkan dan bermakna. Peserta didik bisa belajar sesuai
kemampuan awal yang dimiliki. Pembelajaran menjadi semangat dan meningkatkan
motivasi belajar siswa.
DOKUMENTASI
UMPAN BALIK REKAN SEJAWAT
UMPAN BALIK PESERTA DIDIK